
Claket, Mojokerto – Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang mandiri, tangguh dan trampil SMP Kartika IV-10 Surabaya melaksanakan kegiatan kemah pada 22 – 24 Oktober 2026. Dengan tema “Menempa Karakter, Membangun Kemandirian, dan Membangun Kebersamaan dalam Setiap Petualangan” di Bumi Taruna Loka di Jl. Dahlia Desa Claket Pacet Mojokerto.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi pada Kamis, 22 Oktober 2026 pkl 06.30 WIB berlangsung khidmat di lapangan SMP Kartika IV-10 Surabaya. Acara resmi dibuka oleh Ibu Purwaningtyasasih, selaku Kamabigus, dengan ditandai penyematan tanda peserta secara simbolis. Dalam amanatnya, Ibu Tyas menyampaikan “Di alam bebas nanti, kita diajak untuk menempa karakter yang tangguh, melatih kemandirian saat menghadapi keterbatasan, dan merawat kebersamaan. Perkemahan adalah ruang kelas tanpa dinding di mana keberhasilan hanya bisa dicapai jika kita saling merangkul dan bekerjasama.
Semangat dari amanat pembina tampak langsung membakar antusiasme para peserta. Tanpa menunda waktu, setiap regu segera menyebar ke area yang sudah ditentukan untuk menguji kemandirian dan kerjasama tim dalam sesi seni membuat tempat berlindung darurat (bivak) dan tantangan memasak di alam terbuka (pioneering cooking).

Dengan mengandalkan peralatan seadanya (seperti jas hujan/ponco, tali, serta memanfaatkan bahan alam seperti dedaunan dan ranting kayu) setiap kelompok bekerja sama mendirikan bivak yang kokoh dan aman dari dingin malam serta terpaan angin. “Membuat bivak bukan sekedar mendirikan tempat tidur, tetapi melatih ketelitian, kerja sama tim, dan kejelian dalam memanfaatkan lingkungan sekitar saat situasi darurat,” ujar Ibu Sutjiarti selaku ketua panitia.
Sesi pembuatan bivak ini menjadi bukti nyata bagaimana teori bertahan hidup di alam bebas diimplementasikan secara langsung di lapangan. Lebih dari sekedar mendirikan tempat tidur sementara, proses pembuatan bivak merupakan ruang latihan bagi peserta untuk melatih kejelian dalam mengambil keputusan di saat darurat, mengikis ego pribadi demi mencapai kesepakatan kelompok, serta menumbuhkan kesadaran bahwa kemandirian yang sejati selalu berakar dari kemampuan beradaptasi dan bekerja sama di tengah keterbatasan fasilitas.
Tak kalah seru, agenda dilanjutkan dengan kegiatan memasak di alam bebas. Tanpa bantuan kompor gas modern, para peserta dituntut untuk menyalakan api menggunakan parafin dan meracik bahan makanan sederhana menjadi hidangan yang lezat bergizi. Aroma masakan khas rimba merebak di sekitar area perkemahan. Setiap kelompok menyajikan menu kreatif yang nantinya akan dinilai oleh tim pembina dengan kriteria yang sudah ditentukan.
Melalui tantangan memasak di alam terbuka ini, para peserta diajak untuk memahami makna penting dari rasa syukur, efisiensi bahan dan manajemen waktu di situasi darurat. Kegiatan ini tidak hanya menguji rasa serta estetika penyajian masakan, tetapi juga menempa kedisiplinan peserta dalam menjaga kebersihan lingkungan perkemahan setelah memasak. Nilai-nilai kebersamaan dan kemandirian terasa begitu kental saat setiap regu menikmati hidangan hasil jerih payah mereka bersama-sama di bawah naungan alam bebas.
Melalui rangkaian kegiatan bivak dan memasak rimba ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga di alam terbuka, tetapi juga berhasil menanamkan nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, dan semangat gotong royong. Diharapkan karakter tangguh yang telah tertempa selama perkemahan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan Student Leadership menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan siswa. Melalui pengalaman belajar di alam, peserta didik dilatih untuk mandiri, bekerja sama, serta berani mengambil keputusan. Semoga kegiatan rutin tahunan ini melahirkan generasi Kartika yang berintegritas, unggul, berkarakter, dan mampu menjadi pemimpin masa depan. 🇮🇩