smpkartikaiv10sby.sch.id

SMP KARTIKA IV-10
SURABAYA

Satu arah. satu komitmen.
Sekolah Berintegritas.

Hubungi kami, kami buka 07.00 s.d. 14.00 WIB
031 – 5664965
0895-1701-4687
Navigasi Responsif

Pondok Kasih, Acara Keagamaan Non Muslim SMP Kartika IV-10

Surabaya, 8 September 2026 – Selain kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, SMP Kartika IV-10 Surabaya juga melaksanakan kegiatan pondok kasih, bagi murid non muslim. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh ibu Dra. Purwaningtyasasih selaku Kepala Sekolah SMP Kartika IV-10 Surabaya.

Kegiatan pondok kasih tahun ini mengusung tema “Keteladanan yang Menginspirasi Kasih”. Tema ini berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan universal, kepedulian sosial, serta pentingnya menjadi sosok yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Poin utama pada tema ini adalah yang pertama, kepemimpinan melalui tindakan, hal ini dimaksudkan bahwa kasih bukan sekedar wacana, melainkan diwujudkan lewat tindakan nyata sehari-hari. kedua terkait dengan empati dan kepedulian sosial, yang berarti mengasah kepekaan tehadap orang-orang di sekitar yang membutuhkan bantuan atau perhatian. dan yang terakhir adalah dampak positif berkelanjutan, yang artinya mendorong setiap individu menjadi inspirasi di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, atau masyarakat.

Dalam penyampaiannya ini, Ibu Tyas (panggilan akrab ibu Kepala Sekolah) mengibaratkan sebagai sebuah pohon. Seperti yang kita tahu, pohon terdiri dari akar, batang, daun dan buah. Setiap bagian memiliki peran tersendiri, akar yang bekerja dalam kesunyian, batangnya berdiri kokoh dan kuat, daunnya yang mampu memberikan keteduhan dan tiba masanya pohon itu menghasilkan buah yang nantinya dapat dinikmati oleh manusia.

Maka, setiap pribadi jadilah seperti sebuah pohon yang berakar dalam Tuhan di setiap langkah, agar kasih kita kuat. Mampu berdiri teguh dalam keteladanan supaya hidup kita dapat dipercaya bagaikan sebuah batang pohon. Dan mampu memberikan keteduhan, yang setiap kehadiran kita membawa kedamaian sehingga mampu menghasilkan buah kasih, supaya hidup kita menjadi berkat bagi orang lain.

Dalam pesannya sebagai penutup acara, ibu Tyas berpesan bahwa “kasih tidak hanya dikatakan, tapi ditunjukkan”. Mari menjadi teladan bagi sesama. Lewat tutur kata yang santun, kepedulian pada teman, berpikir positif, bersikap yang menyejukkan hati orang di sekitar dan tindakan kecil setiap hari. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang aman, hangat dan menginspirasi untuk mewujudkan sekolah berintegritas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *