smpkartikaiv10sby.sch.id

SMP KARTIKA IV-10
SURABAYA

Satu arah. satu komitmen.
Sekolah Berintegritas.

Hubungi kami, kami buka 07.00 s.d. 14.00 WIB
031 – 5664965
0895-1701-4687
Navigasi Responsif

Melatih Keberanian Bicara dan Nalar Melalui Penilaian Lisan

Surabaya, 21 September 2026 – Suasana yang tak seperti biasanya, di kelas 9 SMP Kartika IV-10 Surabaya, dimana anak-anak sibuk membaca kembali materi pembelajaran untuk lebih memantapkan diri dalam menghadapi ulangan sumatif. Namun kali ini teknik ulangan yang dilakukan adalah secara lisan, sehingga membuat anak-anak harus benar-benar menyiapkan diri.
Penilaian lisan merupakan salah satu metode penilaian, dimana guru memberikan pertanyaan secara langsung berupa lisan, dan murid memberikan jawaban secara langsung pula menggunakan bahasa mereka sendiri.
Metode ini biasanya dilakukan secara face to face antara guru dengan murid. Penilaian secara lisan ini efektif dilakukan untuk mengetahui secara langsung pemahaman murid terhadap materi yang sudah disampaikan. Selain itu juga dapat mengetahui kemampuan komunikasi murid secara real time.
Adapun karakteristik dan komponen utama dalam ulangan lisan adalah interaksi langsung, dimana guru dapat secara langsung mengamati proses berpikir murid, kejujuran dan juga kepastian murid dalam merespon pertanyaan guru. Komponen kedua adalah fleksibilitas pertanyaan yang artinya guru dapat memberikan pertanyaan susulan berdasarkan jawaban awal murid. Hal ini dimaksudkan untuk menggali lebih dalam lagi pemahaman murid. Sementara komponen ketiga adalah umpan balik cepat, dimana guru bisa langsung mengkonfirmasi apakah konsep yang dipahami murid sudah benar atau masih ada miskonsepsi.
Setiap metode penilaian pasti terdapat kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari metode penilaian lisan ini diantaranya yang pertama, dapat mengukur pemahaman asli (mencegah kecurangan). Dengan penilaian lisan maka murid tidak bisa mencontek, atau berspekulasi (tipe soal pilihan ganda) atau mungkin menggunakan catatan kecil untuk melihat jawaban. Kelebihan kedua adalah dapat mengidentifikasi miskonsepsi lebih cepat, melalui sebuah clue, guru dapat melacak letak miskonsepsi ataupun keraguan murid terhadap pemahaman sebuah konsep. Kelebihan ketiga adalah dapat melatih ketrampilan, komunikasi dan berpikir kritis. Dengan penilaian lisan, maka membiasakan murid untuk menyampaikan gagasan secara terstruktur, percaya diri dan merangkai kata. Selain itu penilaian lisan lebih efektif bagi guru karena tidak perlu mengoreksi jawaban murid pada kertas.
Dibalik kelebihan penilaian lisan, juga terdapat kelemahan diantaranya perlu waktu lebih lama dalam pelaksanaannya karena penilaian dilakukan secara face to face. Bagi murid yang intovert penilaian lisan ini terkadang membuat mereka cemas, sehingga bisa mengakibatkan mereka blank dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Dari segi administrasi penilaian lisan bisa dikatakan lemah karena guru tidak bisa mendokumentasikan jawaban murid dalam bentuk kertas.
Namun demikian penilaian lisan dapat tetap dilaksanakan secara maksimal dengan strategi membuat bank soal secara paralel, sehingga murid yang diuji belakangan tetap tidak mengetahui jawabannya. Ciptakan suasana nyaman dengan murid, agar murid tetap percaya diri dan tidak cemas. Dan jangan lupa siapkan dokumentasi berupa video pelaksanaan penilaian lisan sebagai dokumen administrasi.
Dengan penilaian lisan tersebut, diharapkan murid-murid SMP Kartika IV-10 Surabaya memiliki sikap percaya diri, jujur dan berpikir kritis, sesuai dengan program unggulan 5 Nilai Kartika.

Penulis : Kusuma

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *